Keikhlasan

Februari 19, 2008

Keikhlasan

Maka ingatkah kamu akan suatu masa
ketika islam masih jaya. Lalu pernahkah
engkau bertanya mengapa islam begitu
mudah diterima dan menjadi penuntun
hidup umat manusia…

Maka simaklah sebuah kisah yang
menyebabkan kita sadar akan apa yang
telah hilang dari diri kita agar kita
kembali…

Abu Bakar suatu ketika bertanya kepada
Aisyah, ” Ya Aisyah katakan padaku apa
yang telah Rasulullah perbuat yang belum
aku perbuat.” Maka Aisyah berkata, “
Rasulullah sewaktu masih hidup sering
memberi makan pada seorang perempuan tua
yahudi yang buta…

Maka beranjaklah Abu Bakar untuk menemui
perempuan tua itu…

Maka terkejutlah Abu Bakar karena
mengetahui bahwa perempuan tua itu
adalah orang yang sering menghina dan
mencaci maki Nabi SAW.

Ketika ia memberi makan Perempuan itu,
si perempuan itu terkejut. “Kenapa
makanan ini tidak seenak makanan pada
hari-hari yang lalu” katanya…

Maka berkatalah Abu Bakar dengan lirih,
“Orang yang biasa memberimu makan telah
meninggal dunia”

Lalu bertanyalah perempuan itu
” Siapakah dia yang biasa memberi makan
padaku itu ? “

Abu Bakar pun berkata ” Dialah Nabi
Muhammad “

Maka dapatkah engkau menemui kunci
kebahagian dan kunci akhirat digabungkan
, maka ambillah dia kunci yang bernama
ikhlas itu…

Memang sulit mendapatkan kunci ini,
karena engkau mungkin tidak akan
mendapatkan balasan apa pun di dunia
ini, bahkan mungkin seperti rasul,
kebaikan dan keikhlasan kita terkadang
tidak dianggap orang, malah di salah
artikan bahkan kita dianggap orang yang
buruk.

Tapi dunia hanyalah dunia, dan adalah
akhirat bagi orang yang berilmu…

Maka padukan kunci keikhlasan dengan
kunci kesabaran, maka engkau akan
menemui kebahagian dalam setiap langkahmu…

Temanku bernama miftah pernah berkata,
orang yang ikhlas adalah orang yang
cenderung tidak mencari popularitas,
dimana ia tidak berbuat ini dan itu agar
ia menjadi orang yang terlihat…


Mengenali Mukmin Sejati

Februari 8, 2008

Seorang mukmin sejati dapat dikenal melalui sifat yang terdapat pada dirinya. Tentang hal ini Yahya bin Muadz r.a telah merumuskan tiga ratus tiga puluh sifat yang perlu ada pada mukmin sejati. Diantaranya ialah:

  • Hendaklah banyak malu.
  • Kurang gangguan
  • Banyak melakukan kebaikan
  • Tidak melakukan kejahatan
  • Jujur
  • Kurang bercakap
  • Senantiasa bekerja
  • Kurang melakukan dosa
  • Tidak berminat mendengar rahasia orang lain
  • Suka kepada kerja-kerja kebajikan
  • Menghidupkan silaturrahim
  • Tenang
  • Sabar
  • Sentiasa bersyukur
  • Sangat redha kepada Allah walaupun rezekinya selalu disempitkan
  • Kasih pada para sahabat
  • Sopan santun
  • Menjaga kehormatan diri
  • Belas kasihan
  • Tidak suka mengutuk orang lain
  • Tidak suka memaki hamun
  • Tidak suka mencela
  • Tidak suka membuat fitnah
  • Tidak mengumpat
  • Apa-apa yang dilakukan tidak tergesa-gesa
  • Tidak mempunyai sifat dengki dan khianat
  • Tidak ada sifat pendendam
  • Tidak sombong congkak
  • Tidak suka bangga diri
  • Tidak keterlaluan pada hal-hal dunia
  • Tidak suka berangan-angan
  • Kurang tidur dan banyak beribadat
  • Tidak mengharapkan pujian daripada orang lain
  • Tidak munafik
  • Tidak kedekut atau kikir
  • Tidak suka mencari kesalahan orang lain
  • Suka atau cinta kerana Allah dan benci kerana Allah
  • Rela akan sesuatu perkara kerana Allah
  • Selalu berbekal dengan taqwa
  • Tujuan hidup hanya satu, yaitu menuju akhirat
  • Suka berzikir
  • Kekasihnya hanya Allah
  • Setiap usaha yang dilakukan adalah untuk akhirat.

Kiamat Sudah Dekat

Januari 29, 2008
KIAMAT SUDAH DEKAT ?
Sejak zaman Nabi Muhammad saw masih hidup, Al-Qur’an mengatakan bahwa kiamat sudah dekat dan akan terjadi sewaktu-waktu. Namun, kini sudah berjalan hampir 1500 tahun, kiamat belum juga terjadi. Apakah kita keliru dalam memahami makna informasi tersebut ?
Kita sebagai orang Islam, pasti tidak akan meragukan sedikitpun kebenaran Al Qur’an sebagai firman Allah. Dan berbagai cara pendekatan dalam memahami Al Qur’an juga menunjukkan bahwa tidak ada kekeliruan sedikitpun di dalam informasi Al Qur’an. Jadi kesimpulannya, agaknya kita harus cermat dalam menginterpretasikan informasi dari kitab suci kita itu.
Di dalam Al Qur’an banyak sekali informasi tentang kejadian kiamat. Termasuk waktu terjadinya. Untuk itu, kita sebaiknya tidak membuat penafsiran secara sepotong-sepotong. Yang baik adalah kita kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, lantas kita pahami secara komprehensif. Di antaranya adalah beberapa ayat di bawah ini, yang bisa kita kelompokkan kedalam 3 bagian, yaitu tentang ‘Kepastian Terjadinya Kiamat’, ‘Terjadi secara Rahasia dan Tiba-Tiba’. Serta ‘Waktunya Sudah Dekat’
QS. Al Mu’min (40) : 59
“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman (mempercayainya).”
QS. Thaahaa (20) : 15
“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan agar supaya setiap diri dibalas dengan apa yang telah dia usahakan.”
QS. Al Hijr (15) : 85
“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, . . .”
QS. Muhammad (47): 18
“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda tandanya…”
QS. An Najm (53) : 57 – 58
“Telah dekat terjadinya kiamat. Tidak ada yang menyatakan terjadinya hari itu kecuali Allah.”
QS. An Nahl (16): 77
“Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
QS. Al A’raaf (7): 187
“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuanku tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang kiamat yang bisa kita jumpai di dalam Al-Qur’an. Dari beberapa ayat tersebut marilah kita diskusikan beberapa pemahaman berikut ini.
Kiamat Pasti Datang
Secara ilmiah maupun informasi Al-Qur’an kita mendapatkan kepastian bahwa Kiamat memang bakal terjadi. Tidak ada peluang untuk tidak mempercayai tentang terjadinya Kiamat. Akan tetapi, kita tentu harus paham dulu tentang definisi Kiamat. Secara umum., Kiamat adalah kehancuran dunia kita.
Dalam konteks ilmiah, dunia kita akan mengalami kiamat dua. kali : yaitu kehancuran planet Bumi dan kehancuran Alam Semesta. Ternyata , agama kita pun mengenal dua macam kiamat, yaitu Kiamat Sughra (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubra (Kiamat Besar). Maka, kedua pemahaman itu sebenarnya sudah berjalan seiring. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kiamat kecil adalah hancurnya Bumi. Sedangkan Kiamat besar adalah hancurnya alam semesta.
Secara ilmiah, Bumi kita memang diperkirakan akan mengalami kehancurannya. Setidak-tidaknya ada 2 mekanisme yang bisa menyebabkan hancurnya Bumi. Yang pertama. adalah padamnya Matahari dan yang kedua adalah terjadinya tabrakan antara Bumi dengan batu-batu angkasa. Secara ilmiah hal tersebut bisa diperhitungkan dan bisa dijelaskan.
Akan tetapi secara umum, Bumi ini memang dipastikan bakal mengalami kehancuran secara alamiah. Maka jika Bumi mengalami kehancuran yang dahsyat, seluruh kehidupan di permukaannya pun akan ikut punah.
Demikian pula, secara Qur’ani. Allah berkali-kali mengatakan bahwa kiamat pasti akan datang. Tidak perlu ada keraguan tentang datangnya kiamat itu. Bumi akan mengalami kehancuran yang sangat dahsyat dan fatal. Allah masih merahasiakan peristiwa itu, tetapi pasti ia datang!
Rahasia dan Tiba Tiba
Meskipun Allah mengatakan bahwa kiamat bakal terjadi, tetapi menurut Allah terjadinya secara tiba tiba. Sehingga, Dia katakan bahwa kiamat itu menjadi rahasia Allah. Di ayat berbeda Allah menyampaikan bahwa pengetahuan tentang kiamat adalah di sisi Allah.
Tetapi, kalau kita cermati, kalimat itu bukan berarti Allah tidak memberikan pengetahuan tentang Kiamat kepada manusia. Di QS. Al A’raaf : 187 Allah mengatakan bahwa ‘kebanyakan’ manusia memang tidak mengetahui. Berarti, sebenarnya ada ’sedikit’ manusia yang diberitahu oleh Allah tentang informasi kiamat tersebut. Di antaranya para rasul. Hal itu difirmankan Allah di dalam Al Qur’an.
QS. Zukhruf (43) : 61
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
Maka, dari berbagai ayat tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa pengetahuan tentang Kiamat itu memang berasal dari Allah saja. Tidak ada seorang pun yang tahu secara persis, kecuali orang-orang yang dekat denganNya. Akan tetapi, secara umum Allah berkenan menunjukkan tanda-tandanya kepada umat manusia.
Dan secara ilmiah, manusia lantas menangkap ‘tanda-tanda’ itu untuk diformulasikan sebagai pengetahuan empirik tentang kiamat. Maka, manusia boleh saja melakukan rekonstruksi terhadap peristiwa kiamat itu. Tetapi, semua kebenarannya tetap, berada di Genggaman Allah semata.
Kiamat Sudah Dekat
Dari sekian banyak firmanNya, Allah memberikan tanda-tanda kepada kita bahwa Kiamat itu sebenarnya sudah dekat. Akan tetapi, sebagaimana saya kemukakan di depan, bahwa sejak zaman Nabi Muhammad saw. ternyata kiamat itu belum juga terjadi. Maka, agaknya kita perlu melakukan rekonstruksi terhadap berita-berita Al Qur’an itu, dengan berdasarkan pada tanda-tanda yang diberikan Allah kepada kita lewat berbagai ayatNya. Baik yang ada di alam semesta maupun yang berada di dalam Al Qur’an. Untuk itu sebelumnya saya merasa perlu untuk mengajak pembaca memahami tentang, ‘Waktu’

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.

Mari kita Dekatkan diri kita kepada sang Maha Pencipta dan Tingkatkan Kualitas Iman kita Kepada Allah SWT….Serta Selalu Menebarkan Kebaikan dimanapun kita berada.