Keikhlasan
ketika islam masih jaya. Lalu pernahkah
engkau bertanya mengapa islam begitu
mudah diterima dan menjadi penuntun
hidup umat manusia…
Maka simaklah sebuah kisah yang
menyebabkan kita sadar akan apa yang
telah hilang dari diri kita agar kita
kembali…
Abu Bakar suatu ketika bertanya kepada
Aisyah, ” Ya Aisyah katakan padaku apa
yang telah Rasulullah perbuat yang belum
aku perbuat.” Maka Aisyah berkata, “
Rasulullah sewaktu masih hidup sering
memberi makan pada seorang perempuan tua
yahudi yang buta…
Maka beranjaklah Abu Bakar untuk menemui
perempuan tua itu…
Maka terkejutlah Abu Bakar karena
mengetahui bahwa perempuan tua itu
adalah orang yang sering menghina dan
mencaci maki Nabi SAW.
Ketika ia memberi makan Perempuan itu,
si perempuan itu terkejut. “Kenapa
makanan ini tidak seenak makanan pada
hari-hari yang lalu” katanya…
Maka berkatalah Abu Bakar dengan lirih,
“Orang yang biasa memberimu makan telah
meninggal dunia”
Lalu bertanyalah perempuan itu
” Siapakah dia yang biasa memberi makan
padaku itu ? “
Abu Bakar pun berkata ” Dialah Nabi
Muhammad “
Maka dapatkah engkau menemui kunci
kebahagian dan kunci akhirat digabungkan
, maka ambillah dia kunci yang bernama
ikhlas itu…
Memang sulit mendapatkan kunci ini,
karena engkau mungkin tidak akan
mendapatkan balasan apa pun di dunia
ini, bahkan mungkin seperti rasul,
kebaikan dan keikhlasan kita terkadang
tidak dianggap orang, malah di salah
artikan bahkan kita dianggap orang yang
buruk.
Tapi dunia hanyalah dunia, dan adalah
akhirat bagi orang yang berilmu…
Maka padukan kunci keikhlasan dengan
kunci kesabaran, maka engkau akan
menemui kebahagian dalam setiap langkahmu…
Temanku bernama miftah pernah berkata,
orang yang ikhlas adalah orang yang
cenderung tidak mencari popularitas,
dimana ia tidak berbuat ini dan itu agar
ia menjadi orang yang terlihat…