Mengejar Jiwa yang Hilang

Januari 30, 2008

Tapi Syakir tau mata indah milik sang Dewi itu adalah lambang kenestapaan negri nya
yang tidak pernah sepi dari penderitaan.

Wanita cantik itu seperti sebuah tubuh tanpa jiwa.

Walaupun lelaki menyukai tubuh itu.

Tapi dinginnya rona muka, dan hilangnya jiwa, membuat semua lelaki seperti melihat hantu berjalan tanpa arah.

Letupan letupan cinta itu seperti kenangan yang menyakitkan jiwa Syakir.

Kami pun terpaksa menarik syakir dari lamunannya.

Dan membiarkan hantu wanita itu kembali menelusuri dunia rahasia kewanitaan yang tidak
pernah bisa dimengerti para Lelaki.

Ditepian Ombak Revolusi

Puisi puisi dan tulisan syakir adalah api api semangat perjuangan kami.

Syakir yang dikenal sebagai lelaki gila tanpa tujuan bagi orang lain.
Bagi kami dia adalah Stalin dari ideologi kami.
Bagi kami ia adalah seperti Chev Guedevara.

Kami tahu, kepala dia merupakan laboratorium Revolusi terbesar abad ini.
Walau tidak terpublish.
Tapi suatu saat pikiran beliau pasti akan meledakkan dan menggemparkan semua anak negri.

Awalnya adalah kehampaan bila bertemu Syakir.
Tidak ada yang menarik dari sang pemuda setengah baya ini.

Tapi ketika mulai berbicara tentang negara dan public policy.
Kami seperti bertemu dengan sebuah Kotak Pandora yang meledak ledak.

Kadang dia berbicara seperti Ayatullah Khomeinei yang sedang memaksakan dogma dogma wilaayah el Faqqih.

Kadang dia berbicara seperti seorang penganut konfucius tanpa agama.

Lingkup pandangannya yang luas.
Membuat mustahil bagi kami untuk tertidur ketika berdiskusi dengannya.

Kadang dia berbicara tentang demokrasi.
Dilain kesempatan dia tergila gila dengan system Tyrani.

Seolah sebuah lautan yang tidak pernah berenti bereksperimen.
Ombak fikirannya selalu berubah ubah.

Tetapi setiap gelombang membawa warna keindahan tersendiri.
Bak keindahan pinggul wanita yang mirip Gitar Spanyol.

Hah ha ha haa begitu kami selalu mengakhiri diskusi kami dengan kegilaan kegilaan.
Keputus asaan membuat kami sama sama gila.

Seolah sudah tidak harapan buat pertiwi yang berlubang.
Bagai perawan yang diterkam sejuta serigala.

Buang Agama itu

Dia memang gila kata nasir sahabatku.
Pernah Nasir melihat syakir menarik narik jenggot seorang aktivis mesjid.

Sambil berkata buang agama!
Buang agama.
Kita tidak perlu lagi beragama.

Seolang seorang Marxis yang benci sekali dengan Islam.
Dia sangat membenci beberapa aktivis masjid yang menjalankan aktifitas keislaman.

Kami maklum, Syakir memang saakit.
Saakit yang teramat parah.

Renungannya yang bertahun.
Kecintaannya yang berlebihan pada bangsanya.
Membuat dia gila.

Tapi disitulah pesona dia.
Dia seorang Gila yang berfikir hebat.

Kalau ditanya kenapa agama mesti dibuang.
Dia akan menjelaskan bahwa semua agama mereka itu hanya sandiwara.
Bagaimana mungkin ajaran Tuhan menjadikan kita kumpulan penipu dan pemain sandiwara.

Ha ha haa, Syakir memang gila.
Heeit tunggu dulu kata Nasir.
Bukankah Tuhan bilang kalau agama dipakai.
Semua Nestapa hilang.

Yaa Syakir benar.
Sandiwara sandiwara itu yang membawa nestapa negri.
Gerombolang Jahat Pemuka agama dan Kaum Kapitalis lah pemain sandiwara itu.
Ayat ayat itu tak lebih puisi puisi palsu yang keluar dari jiwa jiwa yang bernanah.

Garbage in Garbage Out.

Puih Puih Puih.
Syakir meludah didepan masjid itu.
Sambil berteriak “Kalian tidak lebih dari penipu penipu berdasi itu”

Lalu dia berdansa asik dengan sang dewi.
Wanita lamunannya yang tidak pernah ada.

Memperbaiki Jiwa yang Pecah

Seperti wanita lamunannya yang tidak pernah ada.
Sebenarnya Jiwa syakir sudah hilang.
Lama sekali jiwa itu hilang.

Ketika abang Fadhulah meninggal dipelukannya.
Jiwa itu mulai sakit dan menderita.

Ketika dia melihat Hedonisme di Universitas Kecintaanya.
Jiwa nya tak kuat.
Dia pecah.

Jiwa asli Syakir sudah habis tersembunyi masuk ke alam bawah sadar yang jauh jauh sekali.
Tidak pernah keluar dari persembunyian.

Mungkin dia adalah lelaki paling berani.
Atau dia adalah pecundang sejati.

Pernah kami membawanya ke seoarang wanita cantik yang bisa menggoda seorang lelaki impotent sekalipun.

Namun syakir tidak bergeming.

Entah apa yang dia cari.
Tapi Abang Usman seorang psikolog mengatakan bahwa syakir mencari dirinya yang hilang ditelan penderitaan negrinya.

Syakir adalah lambang anak negri yang kehilang arah.
Ketika semua pejuang telah berubah menjadi penghianat.
Syakir membutuhkan kawan perjuangan.
Kalianlah yang dicari Syakir.

Jiwa syakir adalah jiwa syakit karena terlalu banyak dosa.
Jiwa yang tidak pernah mengenal Tuhannya.
Walau sang Tuhan dekat dan cinta pada Syakir.
Namun Syakir sudah buta.
Tidak mampu melihat lagi kasih Tuhan.

Dada yang meledak dan Mata yang menangis.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkan oleh Tuhan sebuah kitab yang bernama Al Qur’an …..”
Bacaan abang usman yang selalu di ulang ulang syakir.

Kalau dia habis membaca bait itu.
Dia mau kembali sembahyang.
Aku lihat syakir menangis.

Baru pernah aku melihat orang sembahyang sunah 100 rokaat.
Syakir memang gila.

Ramadhan kali ini kami mengajak syakir mendengar Imam Reza di mesjid India.
Aku memang suka mengunjungi mesjid mesjid
India
Karena aku memang pengagum Imam Reza.
Bacaanya yang jelas dan jernih.
Kadang membuat kita lupa akan kelelahan jasmani kita.
Dan melayang ke alam malaakut.

Ketika sang Imam membaca surah At Tahrim.
Syakir pun meledak.
Dadanya bergemuruh.
Dia meraung dan meradang.
Kami pun hampir kalap.
Abang Usman menyuruh kami jangan bertindak.
Mungkin obat Tuhan lebih berjalan di Badan Syakir.
Dari semua obat manusia.

Gelombang tangis syakir membuat kami ngeri.
Syakir bertemu Tuhan setiap dia sholat.

Dan kami pun lebih mudah mengajak dia bercerita tentang fikirannya yang Indah.

Fikiran fikiran indah

Dan kalau bukan Tuhan penyebabnya.
Syakir pasti tidak gila, itu kata abang Usman.

Tuhan memberi dia otak berlebih dan daya khayal luar biasa


Nyanyi sunyi

Januari 30, 2008

BARANGKALI

 

Engkau yang lena dalam hatiku

akasa swarga nipis-tipis

yang besar terangkum dunia

kecil terlindung alis

 

Kujunjung di atas hulu

kupuji di pucuk lidah

kupangku di lengan lagu

kudaduhkan di selendang dendang

 

Bangkit gunung

buka mata mutiaramu

sentuh kecapi firdausi

dengan jarimu menirus halus

 

Biar siuman dewi-nyanyi

gambuh asmara lurus lampai

lemah ramping melidah api

halus harum mengasap keramat

 

Mari menari dara asmara

biar terdengar swara swarna

barangkali mati di pantai hati

gelombang kenang membanting diri.

 

HANYUT AKU

 

Hanyut aku, kekasihku!

Hanyut aku!

ulurkan tanganmu, tolong aku.

sunyinya sekelilingku !

tiada suara kasihan, tiada angin mendingin hati,

tiada air menolak ngelak.

Dahagakan kasihmu, hauskan bisikmu, mati aku

sebabkan diammu.

Langit menyerkap, air berlepas tangan, aku tenggelam

 

Tenggelam dalam malam,

air di atas menindih keras

bumi di bawah menolak ke atas

mati aku, kekasihku, mati aku !

 

 

DI DALAM KELAM

 

Kembali lagi marak-semarak

jilat melonjak api penyuci

dalam hatiku tumbuh jahanam

terbuka neraka di lapangan swarga

 

Api melambai melengkung lurus

merunta ria melidah belah

menghangus debu mengitam belam

buah tenaga bunga suwarga

 

Hati firdausi segera sentosa

Murtad merentak melaut topan

Naik kabut mengarang awan

menghalang cuaca nokta utama

 

Berjalan aku di dalam kelam

terus lurus moal berhenti

jantung dilebur dalam jahanam

kerongkong hangus kering peteri.

 

Meminta aku kekasihku sayang;

turunkan hujan embun rahmatmu

biar padam api membelam

semoga pulih pokok percayaku.

 

 

 

 

 

 

 


Buah Rindu

Januari 29, 2008

HANYUT AKU

Hanyut aku, kekasihku!
Hanyut aku!
ulurkan tanganmu, tolong aku.
sunyinya sekelilingku !
tiada suara kasihan, tiada angin mendingin hati,
tiada air menolak ngelak.
Dahagakan kasihmu, hauskan bisikmu, mati aku
sebabkan diammu.
Langit menyerkap, air berlepas tangan, aku tenggelam

Tenggelam dalam malam,
air di atas menindih keras
bumi di bawah menolak ke atas
mati aku, kekasihku, mati aku !

SENYUM HATIKU , SENYUM

Senyum hatiku, senyum
gelak hatiku, gelak
dukamu tuan, aduhai kulum
walaupun hatimu, rasakan retak.

Benar mawar kembang
melur mengirai kelopak
anak dara duduk berdendang
tetapi engkau, aduhai fakir, dikenang orang
sekalipun tidak.

Kuketahui, terkukursulang menyulang
murai berkicau melagukan cinta
tetapi engkau aduhai dagang
umpamakan pungguk merayukan purnama.

Sungguh matahari dirangkum segara
purnama raya di lingkung bintang
tetapi engkau, aduhai kelana
siapa mengusap hatimu bimbang?

Diam hatiku , diam
cubakan ria, hatiku ria
sedih tuan, cubalah pendam
umpama disekam, api menyala.

BUAH RINDU

          1

Dikau sambur limbur pada senja

dikau alkamar purnama raya

asalkan kanda bergurau senda

dengan adinda tajuk mahkota.

Dituan rama-rama melayang

didinda dendang sayang

asalkan kandaa selang-menyelang

melihat adinda kekasih abang.

Ibu, seruku ini laksana pemburu

memikat perkutut di pohon ru

sepantun swara laguan rindu

menangisi kelana berhati mutu.

Kelana jauh duduk merantau

di balik gunung dewala hijau

di Seberang laut cermin silau

Tanah Jawa mahkota pulau…

Buah kenanganku entah ke mana

lalu mengembara ke sini sana

haram berkata sepatah jua

ia lalu meninggalkan beta.

ibu, lihatlah anakmu muda belia

setiap waktu sepanjang masa

duduk termenung berhati duka

laksana Asmara kehilangan seroja.

Bonda waktu tuan melahirkan beta

pada subuh kembang cempaka

adakah ibu menaruh sangka

bahawa begini peminta anakda?

Wah kalau begini naga-naganya

kayu basah dimakan api

aduh kalau begini laku rupanya

tentulah badan lekaslah fani.

*******

BUAH RINDU
    
     2
Datanglah engkau wahai maut
lepaskan aku dari nestapa
engkeu lagi tempatku berpaut
di waktu ini gelap gulita.
Kicau murai tiada merdu
pada beta bujang Melayu
himbau pungguk tiada merindu
dalam telinganku seperti dahulu.
Tuan aduhai mega berarak
yang meliputi dewangga raya
berhentilah tuan di atas teratak
anak langkat musafir lata.
Sesaat sekejap mata beta berpesan
padamu tuan aduhai awan
arah menatah tuan berjalan
di negeri manatah tuan bertahan?
Sampaikan rinduku pada adinda
bisikkan rayuanku pada juita
liputi lututnya muda kencana
serupa beta memeluk dia.
Ibu, konon jauh tanah Selindung
tempat gadis duduk berjuntai
bonda hajat hati memeluk gunung
apatah daya tangan tak sampai.
Elang, Rajawali burung angkasa
turunlah tuan barang sementara
beta bertanya sepatah kata
adakah tuan melihat adinda?
mega telahku sapa
mergastua telahku tanya
maut telahku puja
tetapi adinda manatah dia!
 
************
 

BUAH RINDU

 

    111

 

Puspa cempaka konon kirimkan

pada arus lari ke laut

akan duta kanda jadikan

pada adinda kasih terpaut.

 

Teja bunga seroja dalam taman

kemala hijau di atas mahkota

orang berikan pada kekanda

tiada kuambil kerana tuan.

 

Adakah gemerlapan bagi kemala

adakah harum lagi seroja

pada beta tumpuan duka

sebab tuan lalu mengembara.

 

Tuan lalu tiada berkata

haram sepatah sepantun duli

kanda tinggal sepenuh wangsangka

pilu belas di dalam hati.

 

Hatiku rindu bukan kepalang

dendam beralik berulang-ulang

air mata bercucur selang-menyelang

mengenangkan adik kekasih abang.

 

Diriku lemah anggotaku layu

rasakan cinta bertalu-talu

kalau begini datangnya selalu

tentunya kekanda berpulang dahulu.

 

Tinggalah tuan, tinggalah nyawa

tinggal juita tajuk mahkota

kanda lalu menghadap “dewata”

bertelut di bawah cerpu Maulana.

 

Kanda pohonkan tuan selamat

ke bawah kaus dewata rahmat

moga-moga tuan hendaklah mendapat

kesukaan hidup ganda berlipat

 

**********************

 

BUAH RINDU

 

    4

 

Kalau kekanda duduk menyembah

duli dewata mulia raya

kanda pohonkan untung yang indah

kepada tuan wahai adinda.

 

Kanda puja dewa asmara

merestui remaja adik kekanda

hendaklah ia sepanjang masa

mengasihi tuan intan kemala

 

Anak busurnya kanda gantungi

dengan seroja suntingan hauri

badannya dewa kanda lengkapi

dengan busur sedia di jari.

 

Setelah itu kandapun puja

dewata mulia di puncak angkasa

memohonkan rahman beribu ganda

ia tumpahkan kepada adinda.

 

Tinggallah tuan tinggallah nyawa

sepanjang hari segenap masa

pikiran kanda hanyalah kemala

dilindungi Tuhan Maha Kuasa.

 

Baik-baik adindaku tinggal

aduhai kekasih emas tempawan

kasih kanda demi Allah kekal

kepada tuan emas rayuan…..

 

Kalau mega berarak lalu

bayu berhembus sepoi basah

ingatlah tuan kanda merayu

mengenangkan nasib salah tarah.

 

Kalau hujang turun rintik

laksana air mata jatuh mengalir

itulah kanda teringatkan adik

duduk termenung berhati khuatir.

 


Kiamat Sudah Dekat

Januari 29, 2008
KIAMAT SUDAH DEKAT ?
Sejak zaman Nabi Muhammad saw masih hidup, Al-Qur’an mengatakan bahwa kiamat sudah dekat dan akan terjadi sewaktu-waktu. Namun, kini sudah berjalan hampir 1500 tahun, kiamat belum juga terjadi. Apakah kita keliru dalam memahami makna informasi tersebut ?
Kita sebagai orang Islam, pasti tidak akan meragukan sedikitpun kebenaran Al Qur’an sebagai firman Allah. Dan berbagai cara pendekatan dalam memahami Al Qur’an juga menunjukkan bahwa tidak ada kekeliruan sedikitpun di dalam informasi Al Qur’an. Jadi kesimpulannya, agaknya kita harus cermat dalam menginterpretasikan informasi dari kitab suci kita itu.
Di dalam Al Qur’an banyak sekali informasi tentang kejadian kiamat. Termasuk waktu terjadinya. Untuk itu, kita sebaiknya tidak membuat penafsiran secara sepotong-sepotong. Yang baik adalah kita kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, lantas kita pahami secara komprehensif. Di antaranya adalah beberapa ayat di bawah ini, yang bisa kita kelompokkan kedalam 3 bagian, yaitu tentang ‘Kepastian Terjadinya Kiamat’, ‘Terjadi secara Rahasia dan Tiba-Tiba’. Serta ‘Waktunya Sudah Dekat’
QS. Al Mu’min (40) : 59
“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman (mempercayainya).”
QS. Thaahaa (20) : 15
“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan agar supaya setiap diri dibalas dengan apa yang telah dia usahakan.”
QS. Al Hijr (15) : 85
“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, . . .”
QS. Muhammad (47): 18
“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda tandanya…”
QS. An Najm (53) : 57 – 58
“Telah dekat terjadinya kiamat. Tidak ada yang menyatakan terjadinya hari itu kecuali Allah.”
QS. An Nahl (16): 77
“Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
QS. Al A’raaf (7): 187
“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuanku tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang kiamat yang bisa kita jumpai di dalam Al-Qur’an. Dari beberapa ayat tersebut marilah kita diskusikan beberapa pemahaman berikut ini.
Kiamat Pasti Datang
Secara ilmiah maupun informasi Al-Qur’an kita mendapatkan kepastian bahwa Kiamat memang bakal terjadi. Tidak ada peluang untuk tidak mempercayai tentang terjadinya Kiamat. Akan tetapi, kita tentu harus paham dulu tentang definisi Kiamat. Secara umum., Kiamat adalah kehancuran dunia kita.
Dalam konteks ilmiah, dunia kita akan mengalami kiamat dua. kali : yaitu kehancuran planet Bumi dan kehancuran Alam Semesta. Ternyata , agama kita pun mengenal dua macam kiamat, yaitu Kiamat Sughra (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubra (Kiamat Besar). Maka, kedua pemahaman itu sebenarnya sudah berjalan seiring. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kiamat kecil adalah hancurnya Bumi. Sedangkan Kiamat besar adalah hancurnya alam semesta.
Secara ilmiah, Bumi kita memang diperkirakan akan mengalami kehancurannya. Setidak-tidaknya ada 2 mekanisme yang bisa menyebabkan hancurnya Bumi. Yang pertama. adalah padamnya Matahari dan yang kedua adalah terjadinya tabrakan antara Bumi dengan batu-batu angkasa. Secara ilmiah hal tersebut bisa diperhitungkan dan bisa dijelaskan.
Akan tetapi secara umum, Bumi ini memang dipastikan bakal mengalami kehancuran secara alamiah. Maka jika Bumi mengalami kehancuran yang dahsyat, seluruh kehidupan di permukaannya pun akan ikut punah.
Demikian pula, secara Qur’ani. Allah berkali-kali mengatakan bahwa kiamat pasti akan datang. Tidak perlu ada keraguan tentang datangnya kiamat itu. Bumi akan mengalami kehancuran yang sangat dahsyat dan fatal. Allah masih merahasiakan peristiwa itu, tetapi pasti ia datang!
Rahasia dan Tiba Tiba
Meskipun Allah mengatakan bahwa kiamat bakal terjadi, tetapi menurut Allah terjadinya secara tiba tiba. Sehingga, Dia katakan bahwa kiamat itu menjadi rahasia Allah. Di ayat berbeda Allah menyampaikan bahwa pengetahuan tentang kiamat adalah di sisi Allah.
Tetapi, kalau kita cermati, kalimat itu bukan berarti Allah tidak memberikan pengetahuan tentang Kiamat kepada manusia. Di QS. Al A’raaf : 187 Allah mengatakan bahwa ‘kebanyakan’ manusia memang tidak mengetahui. Berarti, sebenarnya ada ’sedikit’ manusia yang diberitahu oleh Allah tentang informasi kiamat tersebut. Di antaranya para rasul. Hal itu difirmankan Allah di dalam Al Qur’an.
QS. Zukhruf (43) : 61
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
Maka, dari berbagai ayat tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa pengetahuan tentang Kiamat itu memang berasal dari Allah saja. Tidak ada seorang pun yang tahu secara persis, kecuali orang-orang yang dekat denganNya. Akan tetapi, secara umum Allah berkenan menunjukkan tanda-tandanya kepada umat manusia.
Dan secara ilmiah, manusia lantas menangkap ‘tanda-tanda’ itu untuk diformulasikan sebagai pengetahuan empirik tentang kiamat. Maka, manusia boleh saja melakukan rekonstruksi terhadap peristiwa kiamat itu. Tetapi, semua kebenarannya tetap, berada di Genggaman Allah semata.
Kiamat Sudah Dekat
Dari sekian banyak firmanNya, Allah memberikan tanda-tanda kepada kita bahwa Kiamat itu sebenarnya sudah dekat. Akan tetapi, sebagaimana saya kemukakan di depan, bahwa sejak zaman Nabi Muhammad saw. ternyata kiamat itu belum juga terjadi. Maka, agaknya kita perlu melakukan rekonstruksi terhadap berita-berita Al Qur’an itu, dengan berdasarkan pada tanda-tanda yang diberikan Allah kepada kita lewat berbagai ayatNya. Baik yang ada di alam semesta maupun yang berada di dalam Al Qur’an. Untuk itu sebelumnya saya merasa perlu untuk mengajak pembaca memahami tentang, ‘Waktu’

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.

Mari kita Dekatkan diri kita kepada sang Maha Pencipta dan Tingkatkan Kualitas Iman kita Kepada Allah SWT….Serta Selalu Menebarkan Kebaikan dimanapun kita berada.