Puisi

Februari 22, 2008

SEJAK KAPAN

Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai cinta
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Luka
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Duka
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Kasih
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Letih
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Sedih
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Sayang
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Hilang
Sejak kapan cinta dinikmati
Sebagai Lengang
Sejak, Sejak, Sejak, Sejak Kesunyian
Meresap
Berubah menjadi
Kebetulan

Jika Cinta adalah cahaya
Maka cahaya itu adalah API
Jika Rindu adalah cahaya
Maka cahaya itu dalah API
Jika Cemburu itu adalah cahaya
Maka cahaya itu adalah API
Jika Kehilangan itu Adalah cahaya
Maka Cahaya itu adalah API

Jika cahaya itu adalah
Cinta
Rindu
Cemburu
Kehilangan
Maka Apilah
Yang Membakar
Kesemuanya
Kesemuanya!!!

BUAT BATU BUTA

Cinta buta,dibuat menjadi membatu
Batu-batu Buta,karna cinta yang dibuat-buat
Cinta buta,dibuat menjadi batu
Mari buatkan cinta tak mengenali batu
Hanya batu untuk Prasasti kenangan
Mari,Bantu aku hancurkan batu buat cinta
Biar,tak bertuba membunuh kita
Sebab tuba tabu dibuat cinta
Maka cinta bukan batu

(Mari,buatkan cinta seperti yang kita mau)

DAMAI

Ternyata
Dalam Dingin Kutemukan damaimu
Dalam basah ku hampiri gelisahmu
Sungguh
Damaiku malam ini
Tak lepas dari bayangmu
Memang
Kuimpikan rumah diatas bukit
Dalam dingin pagi yang membiusku
Adakah
Rumah kita tercipta
Bersama Matahari terbit
Bersama Angin menyejuk bumi
Bersama Gunung terbias kuningan
Bersama Awan yang berteriak rancak
Bersama biru laut
Bersama biru langit
Bersama damai
Bersamamu………..

Bara (Raff)


Keikhlasan

Februari 19, 2008

Keikhlasan

Maka ingatkah kamu akan suatu masa
ketika islam masih jaya. Lalu pernahkah
engkau bertanya mengapa islam begitu
mudah diterima dan menjadi penuntun
hidup umat manusia…

Maka simaklah sebuah kisah yang
menyebabkan kita sadar akan apa yang
telah hilang dari diri kita agar kita
kembali…

Abu Bakar suatu ketika bertanya kepada
Aisyah, ” Ya Aisyah katakan padaku apa
yang telah Rasulullah perbuat yang belum
aku perbuat.” Maka Aisyah berkata, “
Rasulullah sewaktu masih hidup sering
memberi makan pada seorang perempuan tua
yahudi yang buta…

Maka beranjaklah Abu Bakar untuk menemui
perempuan tua itu…

Maka terkejutlah Abu Bakar karena
mengetahui bahwa perempuan tua itu
adalah orang yang sering menghina dan
mencaci maki Nabi SAW.

Ketika ia memberi makan Perempuan itu,
si perempuan itu terkejut. “Kenapa
makanan ini tidak seenak makanan pada
hari-hari yang lalu” katanya…

Maka berkatalah Abu Bakar dengan lirih,
“Orang yang biasa memberimu makan telah
meninggal dunia”

Lalu bertanyalah perempuan itu
” Siapakah dia yang biasa memberi makan
padaku itu ? “

Abu Bakar pun berkata ” Dialah Nabi
Muhammad “

Maka dapatkah engkau menemui kunci
kebahagian dan kunci akhirat digabungkan
, maka ambillah dia kunci yang bernama
ikhlas itu…

Memang sulit mendapatkan kunci ini,
karena engkau mungkin tidak akan
mendapatkan balasan apa pun di dunia
ini, bahkan mungkin seperti rasul,
kebaikan dan keikhlasan kita terkadang
tidak dianggap orang, malah di salah
artikan bahkan kita dianggap orang yang
buruk.

Tapi dunia hanyalah dunia, dan adalah
akhirat bagi orang yang berilmu…

Maka padukan kunci keikhlasan dengan
kunci kesabaran, maka engkau akan
menemui kebahagian dalam setiap langkahmu…

Temanku bernama miftah pernah berkata,
orang yang ikhlas adalah orang yang
cenderung tidak mencari popularitas,
dimana ia tidak berbuat ini dan itu agar
ia menjadi orang yang terlihat…


Tips Menulis Surat Lamaran Kerja

Februari 13, 2008

Banyak perusahaan yang memandang surat lamaran atau cover letter sebagai bagian terpenting dari seluruh dokumen lamaran Anda. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk menuliskan surat lamaran yang baik. Berbagai tips di bawah akan membantu Anda.

1. Kesan Individual
Jika Anda berencana mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan pastikan Anda menuliskan nama perusahaan yang benar pada surat lamaran Anda. Selain itu perlu juga Anda membuat surat lamaran yang ditujukan pada seseorang. Gunakan nama dan jabatan yang spesifik jika mungkin. Secara khusus, untuk surat yang ditujukan pada seorang perempuan, jika Anda tidak mengetahui status pernikahannya, gunakan awalan Ms. Contoh: Ms. Suryanegara.

Ingat: Di Internet dan di MS Word tersedia banyak template atau contoh surat lamaran. Jangan hanya mengkopi contoh-contoh tersebut. Ubahlah sesuai dengan keperluan Anda.

2. Singkat dan Padat
Jangan bertele-tele. Tuliskan surat Anda dengan singkat dan padat. Gunakan bahasa yang mudah. Gunakan kata-kata yang biasa digunakan. Tidak perlu berusaha untuk mengesankan pembaca Anda dengan menggunakan kata-kata yang sulit.

Ingat: Jangan menulis surat lamaran Anda lebih dari satu halaman. Perusahaan mungkin menerima belasan bahkan ratusan surat lamaran. Surat lamaran yang terlalu panjang tidak efektif.

3. Rapi dan Bersih
Sedapat-dapatnya gunakan program komputer untuk menuliskan surat lamaran Anda. Dengan begitu Anda dapat menuliskan surat lamaran yang rapi dan bersih sehingga mudah dibaca.

Ingat: Hindari menulis surat lamaran dengan tulisan tangan. Hindari menggunakan tip-ex atau sejenisnya dalam surat lamaran Anda.

4. Isi
Dalam surat lamaran Anda, ada beberapa hal yang perlu dituliskan:

Pembukaan: Sebutkan dimana Anda mendapatkan informasi tentang lowongan kerja tersebut.Contohnya, Anda bisa menyebutkan bahwa Anda mengetahui lowongan kerja tersebut dari iklan di surat kabar, iklan di Internet, atau dari seorang teman Anda.
Pekerjaan Anda sekarang: Ceritakan secara singkat posisi dan bidang pekerjaan Anda saat ini. Anda juga perlu menceritakan secara singkat pencapaian utama Anda dalam pekerjaan tersebut. Agar memberikan gambaran yang lebih baik, berikan informasi secara kuantitatif. Misalnya, “Saya membawahi lima orang junior manager”. Yang perlu Anda perhatikan di sini, tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Baca dengan baik persyaratan yang dibutuhkan dalam iklan lowongan pekerjaan tersebut. Jika pekerjaan yang Anda lamar adalah di bidang marketing research, Anda mungkin tidak perlu menceritakan pencapaian Anda di bidang logistik.

Pendidikan: Jika latar belakang pendidikan perlu diinformasikan, tuliskan secara singkat pendidikan tertinggi Anda. Jika Anda pernah mendapatkan pendidikan di sekolah yang cukup dikenal, ada baiknya Anda menuliskannya di surat lamaran.
Penutup: Dalam penutup ingatkan pembacanya bahwa Anda mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Ada baiknya Anda menyatakan kapan saat terbaik Anda bisa dihubungi untuk proses selanjutnya. Dan jangan lupa ucapkan “Terima kasih”.

5. Proof Read
Proof read artinya membaca kembali seluruh tulisan Anda dan memastikan semuanya sudah benar. Pastikan tidak ada kesalahan pengejaan, tidak ada kata-kata yang diulang atau repetitif, dan tata bahasa (grammar) yang digunakan sesuai. Dalam program MS Word Anda bisa menggunakan spell dan grammar checker. Gunakanlah! Menurut sebuah website,”Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan Anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh pekerjaan”.


Mengenali Mukmin Sejati

Februari 8, 2008

Seorang mukmin sejati dapat dikenal melalui sifat yang terdapat pada dirinya. Tentang hal ini Yahya bin Muadz r.a telah merumuskan tiga ratus tiga puluh sifat yang perlu ada pada mukmin sejati. Diantaranya ialah:

  • Hendaklah banyak malu.
  • Kurang gangguan
  • Banyak melakukan kebaikan
  • Tidak melakukan kejahatan
  • Jujur
  • Kurang bercakap
  • Senantiasa bekerja
  • Kurang melakukan dosa
  • Tidak berminat mendengar rahasia orang lain
  • Suka kepada kerja-kerja kebajikan
  • Menghidupkan silaturrahim
  • Tenang
  • Sabar
  • Sentiasa bersyukur
  • Sangat redha kepada Allah walaupun rezekinya selalu disempitkan
  • Kasih pada para sahabat
  • Sopan santun
  • Menjaga kehormatan diri
  • Belas kasihan
  • Tidak suka mengutuk orang lain
  • Tidak suka memaki hamun
  • Tidak suka mencela
  • Tidak suka membuat fitnah
  • Tidak mengumpat
  • Apa-apa yang dilakukan tidak tergesa-gesa
  • Tidak mempunyai sifat dengki dan khianat
  • Tidak ada sifat pendendam
  • Tidak sombong congkak
  • Tidak suka bangga diri
  • Tidak keterlaluan pada hal-hal dunia
  • Tidak suka berangan-angan
  • Kurang tidur dan banyak beribadat
  • Tidak mengharapkan pujian daripada orang lain
  • Tidak munafik
  • Tidak kedekut atau kikir
  • Tidak suka mencari kesalahan orang lain
  • Suka atau cinta kerana Allah dan benci kerana Allah
  • Rela akan sesuatu perkara kerana Allah
  • Selalu berbekal dengan taqwa
  • Tujuan hidup hanya satu, yaitu menuju akhirat
  • Suka berzikir
  • Kekasihnya hanya Allah
  • Setiap usaha yang dilakukan adalah untuk akhirat.

10 Sikap”Terlalu yang harus dihindari dalam perhubungan

Februari 1, 2008
Sikap ‘terlalu’ ini sangat berbahaya dalam perhubungan sekiranya tidak dikawal. Ia mungkin dapat menjejaskan hubungan yang harmonis  atau menjadi penyebab pertengkaran yang berulang pada sesebuah hubungan. Oleh itu lebih baik kita menyelidik diri sekiranya kita menghadapi gejala ‘terlalu’ dalam diri kita.

10 ‘terlalu’ yang membahayakan ini ialah:

1. Terlalu Manja

Sifat manja wanita sering dikaitkan sebagai suatu daya tarikan tersendiri. Banyak lelaki yang menyukai kemanjaan kekasihnya, kerana ia dapat membangkitkan sifat melindunginya.

Namun jangan kemanjaan tersebut berlebihan. Wanita yang terlalu manja seumpama anak kecil yang mengada-ngada. Paling teruk karenah wanita yang terlalu manja kelihatan buruk di depan umum. Pasti akan memalukan teman lelakinya.

2. Terlalu Tertutup

Demikian pula dengan sikap terlalu tertutup, hal ini akan menghambat komunikasi. Padahal komunikasi sangat penting bagi menjaga keharmonisan setiap hubungan. Baik lelaki mahupun wanita  ingin mengetahui pengalaman, perasaan dan keinginan pasangannya.

3. Terlalu Terbuka

Orang yang bersikap umumnya menyenangkan dan mesra. Namun sikap yang terlalu terbuka juga kadangkala  menjadi tidak menyenangkan.  Orang yang terlalu terbuka biasanya mengungkap isi hatinya tanpa melihat situasi dan keadaan, sulit menyimpan rahsia dan yang lebih buruk adalah kebiasaan bicara dulu , berfikir kemudian serta melampau had sempadan.

4. Terlalu Cerewet

Ada sebahagian wanita yang kurang menyedari, betapa buruknya wanita yang terlalu cerewet. Jika seorang ibu cerewet kepada anaknya yang masih kecil mungkin masih dapat dimaafkan. Namun cerewet kepada kekasih amat menyesakkan, meskipun dengan alasan “Kerana aku sayang padamu”.

5. Terlalu Sensitif

Wanita yang terlalu perasa atau sensitif akan membuat kekasihnya merasa tidak bebas untuk mengungkapkan perasaanya, kerana takut melukai hatinya. Padahal dalam hubungan cinta yang sihat kedua belah pihak seharusnya  saling mengungkapkan perasaannya dengan bebas.
Kadangkala gurauan juga dapat mengguris perasaan wanita yang terlalu sensitif sehingga pasangannya tiada mood untuk berlawak jenaka bagi menceriakan suasana.

6. Terlalu Mengongkong

Lelaki memerlukan kebebasan atau ruang untuk melakukan aktiviti yang disukainya, untuk menekuni apa yang dipelajarinya, untuk bergaul dengan teman-temannya dan untuk menjadi dirinya sendiri.

Jika wanita terlalu mengongkong, mungkin untuk sementara pasangannya dapat  bertahan atau memahaminya, namun tidak untuk jangka panjang. Dia akhirnya akan bosan dan berontak sehingga boleh menjejaskan hubungan.

7. Terlalu Memperlekeh

Lelaki  tidak menyukai wanita yang tidak menghargainya, apalagi memperlekehkannya.  Wanita perlu bersikap lebih bijak untuk tidak membuat lelaki merasa direndahkan baik oleh sikap mahupun ucapan yang dihamburkan.
Bila kamu hendak memperbaiki kekasih kamu yang terlalu banyak kelemahannya, kamu perlulah mendorongnya untuk berubah sedikit demi sedikit dgn cara yang sewajarnya iaitu tidak memperlekehkannya.

8. Terlalu Memiliki

Tidak ada seorang pun yang betul-betul ingin dimiliki oleh orang lain. Tentu saja dia kekasih kamu, namun bukan milik peribadi kamu.

Jadi biarkan dia juga dimiliki oleh dirinya sendiri, oleh teman-temannya, oleh keluarganya dan oleh orang lain.

9. Terlalu Menyanjungi

Kebiasaan memuji dan saling menghargai memang perlu. Selain untuk merapatkan hubungan, ia juga penting untuk meningkatkan rasa percaya diri kekasih kamu.

Tetapi kalau kamu terlalu sering menyogoknya dengan pujian dan sanjungan, kamu tidak saja merosak erti sebenar pujian , tetapi juga  membuat si dia merasa bosan. Dia juga menganggap kamu tidak ikhlas.

10. Terlalu Menuntut

Meskipun lelaki perlu dipacu semangatnya, namun terlalu menuntut bukanlah cara yang baik. Lelaki juga ada had kesabarannya  dalam melayan karenah pasangannya yang terlalu menuntut itu dan ini. Lama-kelamaan dia akan jadi bosan dan tidak lagi mahu menurut kehendak pasangannya.


Cinta yang Hilang

Februari 1, 2008

Nina merenung bait-bait puisi yang baru selesai ditulisnya. Rasanya itulah puisi yang sesuai untuk mengambarkan hati dan dirinya saat ini. Ada duka yang meruntun dijiwanya namun Nina tidak berdaya untuk melenyapkannya.Bertentang mata ku tidak lagi merasakan cinta..
Berpaling muka bagaikan tiada apa..
Antara kita tiada lagi manis cinta..
Hilang bicara bila kita bersua..

Namun aku masih berharap..
Rasa cinta kita masih ada..
Meski pun kian pudar tawa mesra
Jua kian luput kenangan bahagia..

Kian jauh..
Hati kita kian menjauh..
Rindu juga semakin jauh..
Dan cinta.. entah adakah lagi sisanya.

Hilangkah bisa cinta kita..
Di telan masa.. di hanyut badai..
Lupa pada janji lama..
Dan yang tinggal hanya pura-pura..

Cinta yang hilang..
Di manakah jejaknya….

Percintaan antara Nina dan Mirhan sudah berusia 2 tahun. Kisah-kisah manis sudah lama reput dan lapuk hingga bagai tiada kesannya dihati mereka berdua. Nina kesal! Tiap kali bersua mereka bagai anjing dan kucing, ada saja yang menjadi pertengkaran. Hal-hal yang sekecil-kecilnya pun akan menjadi punca perselisihan faham yang menyebabkan masing-masing bermasam muka. Entahlah.. adakah kerana ego atau mereka memang tidak serasi bersama. Mungkin juga kerana usia yang masih muda, kurang matang serta tidak tahu apakah erti cinta yang sesungguhnya. Kata orang rajuk dan cemburu itu tanda sayang. Namun bagi Nina, rajuk dan cemburu hanya akan menyebabkan mereka berdua saling luka melukai. Hubungan Nina dan Mirhan bagai telur di hujung tanduk, bagai retak menanti belah. Nina menarik nafas berat. Kesal dengan apa yang terjadi.

Kadang kala selepas bergaduh dengan Mirhan, Nina kesal dengan kata-katanya sendiri. Kerana amarah dan tidak puas hati, Nina akan melepaskan kata-kata yang akhirnya melukai perasaan Mirhan. Memang ada rasa bersalah. Tapi untuk melafazkan maaf tidak sekali jika punca masalah itu adalah dari Mirhan!

Bukannya dia tak sayang pada Mirhan. Bukannya tak cinta. Tapi sikap Mirhan yang panas baran, acuh tak acuh serta selalu menuduh secara melulu kerap menghiris perasaannya. Lelaki kesayangannya itu juga seakan tidak memahami isi hatinya. Tidak! Dia bukannya tidak memahami isi hati Nina. Cuma dia tidak lagi teringin untuk menyelami kehalusan hati dan perasaan seorang gadis sepertinya. Nina kesal dengan sikap Mirhan yang tidak menghargai detik-detik manis mereka bersama. Adakalanya Mirhan bersikap dingin dan selalu pula melebih-lebihkan kawan berbanding kekasihnya. Di awal percintaan dulu semua sikap Mirhan itu tidak kelihatan. Semuanya baik belaka. Mirhan selalu ingin berada di sisinya. Mirhanlah yang paling manis, yang paling romantis dan paling penyabar lagi penyayang. Tapi itu dulu, saat Mirhan memikatnya dengan seribu satu macam cara agar cintanya dapat ditawan oleh Mirhan. Kisah indah dan romantis itu hanya berlanjutan selama setahun. Jika dulu andai rajuk, Mirhan akan memujuk. Andai marah, Mirhan akan mengalah. Tapi kini? Tiada lagi gurau senda. Tiada juga tawa gembira. Bila bertentang mata, sudah tiada debaran di dada. Semuanya hampar.. semuanya tawar!

Rindu? Nina memang merindukan saat-saat indah ketika Mirhan mula-mula dikenalinya. Seakan-akan lelaki itu tidak boleh hidup tanpanya. Saban siang dan malam. Ada saja panggilan telefon dari Mirhan. Kalau seminggu tak bersua. Rindu di hati begitu bergelora. Tapi kini? Dia tidak lagi merasa rindu pada Mirhan. Mereka bertemu pun kerana hanya satu kemestian. Mereka bertemu kerana mereka masih lagi bergelar kekasih dan sebagai sepasang kekasih mereka perlu bertemu sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu. Tapi pertemuan biasanya hanya mendatangkan perbalahan. Adakalanya pertemuan hanya akan mengeruhkan hubungan mereka. Nina kesal. Dia tidak tahu mengapakah hubungan mereka tidak boleh pulih seperti dulu-dulu. Kenapa? Adakah hubungan mereka sudah mencapai tahap ‘expired date’? sudah basi? Kemanisannya sudah hilang rasa? Lagi-lagi Nina mengeluh.

“ Sepasang kekasih mesti cuba saling faham memahami. Selalu bertolak ansur dan paling penting hormat menghormati. Mesti ada sikap give and take.. willing to sharing” Kata Farhana kakak angkatnya. Farhana sudah berkahwin dan punya seorang cahaya mata. Ketika itu Nina tidak berkata apa-apa. Dia biarkan Farhana terus memberikan kaunseling percuma kepadanya.

“ Kita ni tak patut kalau asyik memberi saja tapi tidak menerima. Jadi masing-masing kena memberi kasih sayang dan perlu menerima kasih sayang.. kalau kita asyik menerima saja pun tak elok. Lama-lama dia akan bosan memberi sedangkan kita hanya tahu menerima tapi tak pernah terfikir untuk membalasnya. Kita orang perempuan ni suka sangat di manja, dihargai .. disayangi.. orang lelaki kadang-kadang tak faham tu. Tapi kita sendiri pun selalunya tak faham, yang orang lelaki ni memang tak memahami sikap semula jadi kita tu. Kita kenalah juga cuba memahami sikap semula jadi orang lelaki yang memang bengap sikit pasal hati dan perasaan orang perempuan. Sebelum kita salahkan orang lelaki kerana tak memahami diri kita, kita cerminkan juga diri kita sendiri. Kita telah cuba fahami mereka? Kita telah cuba menyesuaikan diri dengan sikap mereka? Atau kita terlalu beria-ia menyuruh mereka mengubah sikap supaya sesuai dengan kehendak kita?”

Semakin banyak yang Farhana cakap semakin bingung Nina mendengarnya. Muka Nina berkerut-kerut kerana tidak faham maksud dan apa yang ingin di sampaikan oleh Farhana. Farhana senyum, dia tahu Nina tidak dapat menerima mesej yang ingin disampaikannya.

“Takpe lah Nina, Kakak cuma nak cakap kat Nina. Nina bersabarlah dan terima Mirhan seadanya.. jangan harapkan Mirhan sebagai lelaki yang sempurna. Sebab Nina pun bukan gadis yang sempurna. Tiada orang yang sempurna dalam dunia ni.. masing-masing ada kelebihan dan kekurangan..kan?” Nina menganguk. Farhana memang selalu memberi nasihat setiap kali dia dilanda krisis dengan Mirhan. Tapi sudahnya bukan seperti yang di harapkan. Semua tunjuk ajar dan pendapat Farhana tidak berkesan terhadap hubungan cintanya yang pelbagai ragam masalahnya.

Bagi Nina, dia sudah cuba sedaya upaya untuk memahami sikap Mirhan. Tapi Mirhanlah yang tidak berusaha untuk memahami dirinya. Nina kerap terkilan dengan sikap Mirhan yang acuh tak acuh itu. Nina sudah penat dengan hubungan cintanya yang telah kehilangan seri. Nina sudah bosan merajuk dan memujuk diri sendiri. Nina sudah bosan untuk bertolak ansur dengan Mirhan atas sebab-sebab kecil tapi menyakitkan hati. Petang ini Nina akan berjumpa dengan Mirhan. Nina nekad! Putus hubungan mungkin lebih baik daripada meneruskan percintaan yang meletihkan ini!

“Sekarang kita nak ke mana?” Tanya Mirhan selepas menjelaskan kelewatannya. Dengan muka yang masam. Nina angkat bahu.

“Ke mana sajalah!” Balas Nina kemudian. Mirhan menarik nafas panjang. Dia tidak suka pada jawapan Nina itu. Apatah lagi jawapan itu bernada sinis. Muka Mirhan berubah keruh. Nina sempat menjeling muka Mirhan yang mula mencerut itu.

“Kalau takde mood nak keluar, baik tak payah Nina..” Kata Mirhan sambil merengus kecil. Api kemarahan Nina mula terpercik mendengar kata-kata Mirhan.

“Oh..? begitu..? maaflah kalau aku ni hanya menyusahkan kau!” Balas Nina dengan nada geram.

“Bukan macam tu maksud aku Nina.. tapi kau selalu macam ni. Kata nak keluar.. tapi bila keluar kau moody. Lepas tu tak tahu nak ke mana.. alih-alih kita bergaduh!” ucapan Mirhan yang terakhir itu agak keras. Hati Nina terguris. Api di hatinya bagai di siram minyak oleh Mirhan.

“Aku? Moody? Mirhan.. baik kau fikir elok-elok.. aku dah tercanggak-canggak menunggu kau kat sini lebih setengah jam… lepas tu kau suka-suka je cakap, kalau takde mood nak keluar baik tak payah keluar? Sebenarnya kau yang takde mood nak keluar kan.. sebab tu kau sengaja melengah-lengahkan masa. Biarkan aku macam si bodoh tunggu kau kat sini!” Perang telah bermula. Dada Nina berombak-ombak kencang menahan marah.

“ Oh! Semuanya pasal aku lambat sikit. Tadi kata tak apa! Kan aku dah cakap aku tak sengaja.. kau boleh tak jangan suka sangat merajuk! Melenting!” nada Mirhan tak kurang kerasnya.

“Oh! Aku ni suka merajuk? Suka melenting? O.k fine! Aku tak akan merajuk.. tak akan melenting.. tak akan marah-marah lagi! Mulai hari ini aku tak akan menyusahkan kau dan menganggu hidup kau lagi. Kita putus!” Ucap Nina hampir menjerit.

“Baik! Aku memang tahu kau dah lama nak putus dengan aku. Aku memang dah agak dah. Kau saja jadikan alasan kecil ni untuk putuskan hubungan! Mungkin kau dah jumpa lelaki lain yang lebih baik dari aku? Tak payah lah Nina.. tak payah nak berlakon dengan aku.. dari sikap kau aku dah tahu! Baik.. aku tunaikan permintaan kau. Kita putus!” Nina bertambah sakit hati dengan tuduhan Mirhan yang langsung tidak masuk akal itu.

“Kau cakap lah apa saja Mirhan! Cakaplah.. Aku dah bosan dengan perangai kau yang suka memfitnah orang! Tak kira lah kau nak kata aku berlakon ke.. aku ni memang dah ada jantan lain ke.. aku je yang tahu alasan aku nak putus dengan kau! Kita memang tak serasi.. kita memang dah tak boleh teruskan hubungan ni. Kita dah sampai jalan mati. Dah buntu Mirhan.. selamat tinggal!” Nina melangkah laju meninggalkan Mirhan. Matanya basah dan hatinya memang teramat sakit.

“Kau! Nina.. hish!!” Mirhan menyepak tiang perhentian bas untuk melepaskan amarahnya. Mujurlah tidak ada sesiapa di situ ketika itu. Jadi lagak pertengkaran dan perpisahan mereka berakhir begitu saja.
********
Kisah itu sudah 5 tahun berlalu. Pelbagai peristiwa pahit manis terjadi dalam hidupnya. Kematian kedua ibu bapanya yang tragis banyak mengalirkan airmatanya. Nina menjadi lebih tabah setelah mengharungi dugaan. Selepas Mirhan, Nina ada bercinta dengan beberapa jejaka lain tetapi selalu saja kecewa. Bermacam-macam jenis lelaki yang pernah di temuinya. Ada yang kedekut. Ada yang gatal dan suka meraba serta mengambil kesempatan. Ada pula yang asyik pinjam duit, yang Casanova, yang pengotor, yang kebudak-budakan dan berbagai jenis lagi. Nina pernah juga tersangkut dengan lelaki gay sangat kacak, tapi sebenarnya berpura-pura bercinta dengan Nina hanya untuk menyembunyikan sikap asalnya yang gay. Berjumpa dengan pelbagai lelaki menyebabkan Nina mula memahami serba sedikit sikap lelaki di sekelilingnya. Nina mula tahu apakah yang lelaki suka tentang perempuan dan ciri-ciri gadis yang menjadi pilihan lelaki.Tapi malangnya Nina tidak berjaya menemui cinta sejatinya. Cinta yang telah hilang memang sukar untuk dicari gantinya. Tidak ada lelaki yang benar-benar menepati citarasa dan keserasiannya. Mungkin juga mereka semua bukanlah jodohnya.

Nina mula terkenang Mirhan. Mungkin dulu Mirhan panas baran orangnya dan Nina tidak pandai menghadapi sikap Mirhan malah berkeras pula untuk menang dengan sikap sendiri. Mereka tidak pernah cuba bertolak ansur. Mereka tidak pernah cuba memberi dan menerima. Mereka tidak cuba berkongsi perasaan. Tiada perbincangan dan mereka tidak pernah cuba untuk meminta maaf atau memaafi. Nina menghela nafas berat. Sudah 5 tahun mereka tidak pernah bertemu. Mirhan sudah tentu bertemu penganti. Mungkin Mirhan sudah menemui cinta sejatinya. Entah di manakah lelaki itu sekarang. Sebenarnya Nina tahu Mirhan seorang lelaki yang baik. Mirhan bukan kaki perempuan dan juga setia orangnya. Nina tahu itu. Tapi Mirhan yang pada mulanya prihatin dan romantis berubah menjadi kurang prihatin serta kurang romantis menyebabkan Nina merasa tidak puas hati. Nina menyalahkan sikap Mirhan yang berubah itu. Nina sedar.. sikap Mirhan yang mulanya terlalu banyak memberi dan Nina pula terlalu banyak menerima. Menjadikan hubungan mereka tidak seimbang dan cinta mereka menjadi begitu rapuh!

“ Nina…Pembeli rumah dah datang!” Nina tersentak. Lamunannya melayang. Khalid menolongnya mencarikan pembeli untuk rumah pusaka ibunya yang ingin dijualkannya, Khalid datang dengan seseorang. Nina tertegun. Mimpikah ini? Mirhan!

“Nina?” Mirhan menatapnya. Juga tergaman.

“Mirhan? Kau pembeli?” Tanya Nina masih terkejut. Mirhan menganguk.

“Oh dah kenal?”Sampuk khalid. Nina mengiakannya. Baru saja dia melamunkan lelaki itu. Panjang umur pun!

“Kalau begitu mudahlah.. aku ada hal ni.. korang atur sendiri lah ye” Khalid berlalu.

“Kau nak jual rumah ni?” Tanya Mirhan. Nina menganguk.

“Rumah ni takde siapa yang tinggal. Aku kan anak tunggal. Mereka dah takde. Bukannya aku tak sayang rumah ni, tapi banyak kenangan yang memedihkan dalam rumah ni.Aku nak jual rumah ni dan beli rumah lain yang dekat sikit dengan Bandar. Senang aku pergi kerja. Tak payah sewa, kalau aku nak dok sini sesorang pun sunyi..” Mirhan menganguk-angguk. Nina segera membawa Mirhan melihat-lihat rumah itu.

“Kau apa khabar? Kau dah kawin?” Tanya Mirhan. Nina hanya tersenyum.

“Kenapa tanya pasal kawin pula? Jangan bimbanglah.. Aku taklah frust sangat lepas putus cinta dengan kau” gurau Nina enggan menyatakan statusnya. Dia malu sebenarnya. Sudah berkali-kali bercinta tapi semuanya tidak menjadi. Mungkin memang dia yang tidak pandai memahami lelaki sebab itu masih lagi belum bertemu jodoh. Itulah fikiran Nina.

“Eh.. ke situ pula kau ni. Taklah! Saja tanya. Sudah 5 tahun kan? Aku terkejut nampak kau tadi! Tak sangka aku terjumpa pula kekasih lama…” Gurau Mirhan sambil ketawa kecil. Nina turut ketawa. Walau pun mereka tidak berpisah secara baik dulu, tak sangka mereka kini masih boleh berbual dengan baik.

“Kau pula? Kau beli rumah ni untuk isteri ke?”Tanya Nina menduga. Mirhan tersenyum.

“Tak.. bukan untuk isteri. Tapi bakal isteri..” Jawab Mirhan sambil menatap terus ke mata Nina seolah-olah ingin melihat riaksi Nina.

“Oh…. Begitu! Tahniah.. tak lama lagi bergelar suami. Kawin juga kau akhirnya! Siapalah gadis bertuah tu ye!” Kata Nina bersahaja meski pun jauh di lubuk hatinya merasa cemburu. Dia cemburu kerana Mirhan telah menemui cinta sejatinya sedangkan dia masih lagi sendiri. Mendengar kata Nina, Mirhan hanya tersenyum.

“Macam mana? Berminat dengan rumah ni? Harga masih boleh runding..” ujar Nina setelah mereka puas meronda seluruh pelusuk rumah dan halaman.

“ Baik.. aku nak beli. Kalau loan aku approved aku akan bayar deposit.Tapi Nina.. aku masih nak tanya. Kau…dah kawin ke? Aku iklas nak tahu ni. Walau pun semua tu kisah lama, tapi sepanjang 5 tahun ni aku selalu terfikir. Kat manalah kau sekarang? Bahagia tak kau sekarang.. aku benar-benar teringin nak tahu khabar kau!” Kali ini Mirhan bertanya serius. Nina menarik nafas panjang. Dia ketawa kecil.

“Mirhan.. baiklah! Biar aku berterus terang dengan kau. Sebenarnya dalam tempoh 5 tahun ni aku dah banyak kali tukar teman lelaki. Tak satu pun menjadi. Mungkin aku terlalu demand kut. Mungkin juga pasal sikap aku ni memang tak boleh di terima oleh orang lelaki. Mujurlah kau tinggalkan aku awal-awal. Kalau tidak tentu kau merana kerana sikap aku..” Kata Nina sambil tertawa lagi. Biarlah dia merendah diri kini. Itu adalah kenyataannya. Walau pun agak malu tapi Nina tidak lagi merasa perlu untuk merasiakannya.

“Ai.. siapa yang tinggalkan siapa? Kau yang tinggalkan aku.. kau yang minta putus, tak ingat? Tapi aku tak ambil hati Nina. Sebab, lepas kau tinggalkan aku, barulah aku tahu.. memang sikap aku agak melampau juga. Tapi yelah.. masa tu kita muda lagi. Aku pun darah muda, panas baran. Tak fikir apa nak cakap, main lepas saja.. tulah! Cinta monyet katakan.. ha ha ha..” Mendengar tawa Mirhan, Nina hanya mampu tersenyum kelat.

“Yelah.. aku tahu. Aku nak minta maaflah pasal yang dulu-dulu tu. tak kiralah siapa yang salah. Kita masih terlalu muda. Tak matang.Tapi.. syukurlah kau jumpa juga cinta sejati kau! Nanti kalau kau melangsungkan majlis tu jangan lupa pula jemput aku. Tak payahlah kau bagitau bakal isteri kau yang aku ni kekasih lama. Tak pasal-pasal jadi gaduh pula nanti.. dah cukup-cukuplah kita bergaduh dulu kan?” Mirhan jadi ketawa mendengar kata-kata Nina. Kenangan itu memang lucu bila di kenang semula. Mereka terlalu muda, ego dan mentah. Kerana Ego mereka saling sakit menyakit dan luka melukai. Memang tidak bermakna.

“Aku pun hairanlah.. kenapa kita tak sudah-sudah nak bertekak. Bila ingat-ingat balik, aku rasa kita lah pasangan paling suka bertengkar. Tiap kali jumpa mesti nak gaduh. Dah jadi habit kita pula kan?” Tambah Mirhan. Nina juga merasa lucu dan mentertawakan kisah silam itu.

“Nina.. Kau masih sudi jadi kawan aku?”Tiba-tiba Mirhan bertanya.

“Kenapa tiba-tiba tanya macam tu? Kawan dengan kau? Aku nak juga kawan dengan kau. Tapi nanti.. luka lama berdarah semula siapa nak jawab? Kau tu takpelah dah ada buah hati.. takan nak berdarah kembali. Aku ni yang dok sesorang ni.. nanti teringat-ingat kisah cintan-cintun dulu-dulu, tak pasal-pasal datang balik cinta yang hilang tu! tak ke parah dibuatnya… kalau kau nak carikan jodoh untuk aku boleh le aku pertimbangkan.” Kata Nina sambil separuh berjenaka. Mirhan tidak menyambut tawa Nina. Sebaliknya merenung ke mata Nina dengan serius.

“Kenapa?”tanya Nina hairan.

“Kita mulakan semula.. Nina! Kita kembalikan cinta yang hilang tu..” Kata-kata Mirhan itu amat mengejutkan Nina. Gila ke?

“Kau nak gaduh ke ni, Mirhan? Bakal isteri kau tu kau nak letak mana? Ingatkan kau dah ada buah hati ni dah matang lah… tapi rupanya dah sewel pula jadinya” Mirhan ketawa mendengar kata-kata Nina.

“Kau memang tak banyak sangat berubah Nina. Mulut masih lazer macam dulu.. tapi takpe. Aku dah faham perangai kau.. Nina. Sebenarnya selama 5 tahun, lepas kita putus aku pun macam kau juga. Berkali-kali putus cinta. Semuanya tak menjadi. Entahlah.. mungkin aku ni tak cukup hensem, mungkin juga tak cukup caring, atau tak berharta.. aku dah bosan putus cinta. Lagi pun gadis-gadis suka lelaki yang berkerjaya, ada kerja tetap.. ada kereta, rumah… So aku kira nak beli rumah ni untuk masa depan. Nak kawin anak dara orang kenalah sediakan rumah untuk dia tinggal, aku belajar itu lepas beberapa kali, kena tinggal buah hati sebab dirampas oleh lelaki lain yang lebih berkemampuan. Diam-diam dalam 5 tahun ni aku selalu teringat kat kau dan aku selalu berharap dapat jumpa kau balik tak kiralah kau sudah berkawin atau pun belum.. Aku kata tadi nak beli rumah ni untuk ‘bakal isteri’. Tapi ‘bakal isteri’ tu memang belum ditemui calonnya.. Bila kau cakap kau masih sendirian.. luka lama mungkin berdarah kembali.. aku fikir.. kau sudi tak kalau kita mulakan semula?” Nina terdiam. Jadi Mirhan juga sepertinya? Masih sendiri. Masih mencari.

“Kau tak takut ke luka lama berdarah semula? Kalau kita bersama semula.. entah-entah kita akan asyik bergaduh macam dulu-dulu lagi?”Tanya Nina sambil tersenyum. Mirhan tergelak.

“Dulu aku Ego. Kau juga sama.. Semasa kau putuskan hubungan aku teringin sangat nak pujuk kau supaya jangan putuskan hubungan. Aku teringin sangat nak bagitau kau yang aku masih sayangkan kau. Tapi aku biarkan kau pergi. Banyak yang aku kesalkan selepas kita berpisah. Aku pendamkan saja semuanya. Bila dapat tahu dari kak Farhana yang kau dah ada buah hati baru, aku sakit hati. Tapi aku tahu, Aku tak pernah cuba nak fahami kau. Aku selalu ikut nafsu marahku bila kita bertengkar dan aku sikit pun tak mahu mengalah.. Jadi Nina. Kalau kita masih boleh mulakan semula.. aku ingin kau tahu. Aku rindu pada cinta kita dulu. Sebenarnya ada banyak manisnya, cuma aku saja yang tidak menghargai..” Mata Nina berair. Dia terharu. Seakan-akan telah menemui kembali sinar cintanya yang telah hilang itu. Biarpun ia masih samar-samar.

“Nina…kau menangis?” tanya Mirhan sambil menyentuh bahu Nina.

“Tidak.. aku gembira Mirhan. Mungkin ini peluang kedua untuk menebus apa yang telah kita hilangkan…” Mirhan mengganguk. Tangan Nina digengam erat seolah-olah menyakinkan yang kali ini cinta mereka akan membuahkan hasil.

Sekiranya masih ada sisa cinta dalam hati, mungkin ia masih boleh mekar kembali. Mungkin cinta itu umpama sebiji buah mentah dan perlukan satu jangka masa untuk ranum dan dipetik untuk dinikmati kemanisannya. Mungkin juga cinta itu satu pertaruhan yang menjanjikan bahagia atau sebaliknya. Apa pun persepsi untuk kalimat cinta itu, tapi setiap orang tentu ada kisah cintanya. Dan bila cinta itu datang, hargailah ia.


Kondisi Bung Karno selama berada dalam tahanan Orde Baru?

Februari 1, 2008

PENASARAN ingin mengetahui Kondisi Bung Karno selama berada dalam tahanan Orde Baru? Bagaimana keadaan Bung Karno menjelang ajal menjemput nyawa? Untuk menjawab rasa penasaran banyak orang itu, Rachmawati Soekarnoputri membongkar sejumlah dokumen tentang kesehatan Bung Karno, siang ini (11 Mei 2006) di kantor Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS), di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Dokumen-dokumen berusia 36 tahun itu menggambarkan kondisi kesehatan Bung Karno, terutama setelah dia tidak lagi menjadi presiden. Juga menggambarkan perlakuan penguasa ketika itu terhadap Bung Karno.

 

Memasuki pertengahan Agustus 1965 kesehatan Bung Karno drop drastis. Pada 4 Agustus ia terjatuh dan collapse di kamarnya di Istana Merdeka, Jakarta. Sejumlah kabar menyebutkan, Bung Karno terjatuh karena serangan stroke. Dia sempat dibawa ke Istana Bogor untuk mendapat perawatan intensif.

Peristiwa Bung Karno collapse sempat melahirkan berbagai rumor yang sulit dikonfirmasi. Sempat pula berkembang spekulasi yang mengatakan bahwa Bung Karno tidak akan mampu menyampaikan pidato kenegaraan pada peringatan hari proklamasi 17 Agustus 1965.

Kesehatan Bung Karno yang memburuk ini pula yang ikut memperpanas konstelasi politik nasional saat itu. Suhu politik dan persaingan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sebelumnya sempat mengusulkan ide angkatan kelima dengan TNI Angkatan Darat semakin panas.

Kehadiran tim dokter dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang membantu pengobatan Bung Karno juga mempertajam konflik di antara PKI dan AD. Sebab RRT dianggap sebagai sponsor utama ide angkatan kelima yang bikin resah itu. Di tengah suhu politik yang semakin panas, Bung Karno kembali muncul pada peringatan detik-detik proklamasi ke-20 di Istana Merdeka. Dia hadir lengkap dengan pakaian kebesaran dan tongkat komando yang seakan tak pernah lepas dari genggaman.

Singkat cerita, Maret 1967 Soeharto dilantik sebagai pejabat presiden. Sejak itu Bung Karno dikucilkan dan dilarang menginjakkan kaki di Jakarta. Maret 1968, Soeharto dilantik sebagai presiden. Menyusul pelantikan itu, di awal April 1968, Bung Karno angkat kaki meninggalkan Istana Bogor.

Dari istana yang berseberangan dengan Kebun Raya Bogor, Bung Karno pindah ke Batu Tulis. Tetapi udara Bogor yang dingin kala itu amat mengganggu kesehatannya yang tak kunjung membaik. Rematik Bung Karno semakin parah dan menyerangnya bertubi-tubi setiap hari. Di saat sakit yang semakin tak tertahankan, Bung Karno mengutus Rachma ke Jakarta, menyampaikan surat permohonan kepada Soeharto agar dia diperbolehkan kembali ke Jakarta.

Beberapa bulan kemudian, Bung Karno kembali menginjakkan kaki di Jakarta, tepatnya di Wisma Yasso, Jalan Jenderal Gatot Subroto. Di Wisma Yasso, rumah Dewi Soekarno yang kini menjadi Museum Satria Mandala itu, Bung Karno dijaga ekstra ketat siang dan malam.

“Ada satu periode dimana kami, anak-anaknya, tak boleh bertemu dengan beliau. Begitu juga dengan kerabat keluarga yang lain. Tetapi ada satu periode dimana saya bisa menjenguk Bapak tiga hingga empat kali dalam seminggu,” kenang Rachma.

Tanggal 6 Juni 1970, bertepatan dengan hari ulang tahun Bung Karno yang ke-69, Rachma dan Guruh menjenguk Bung Karno di Wisma Yasso. Rachma masih ingat, saat itu Bung Karno tengah berbaring di sofa. Sekujur tubuhnya bengkak. Suaranya sudah tak jelas lagi. Begitu juga dengan pandangan matanya.

Sakit ginjal yang diderita Bapak tak pernah diobati secara layak, ujar Rachma lagi. Dalam kunjungan itu, Rachma memotret Bung Karno. Foto itu kemudian diberikan Rachma kepada seorang jurnalis kenalannya. Urusan memotret ini membuat Rachma berurusan dengan Corps Polisi Militer (CPM).

“Mengapa saya tak boleh memotret BK. Memang status BK apa?” tanya Rachma ketika diinterogasi.

Dengan ringan si pejabat CPM menjawab, Bung Karno adalah tahanan. Setelah bertahun-tahun, itu adalah pengakuan pertama dari mulut mereka, ujar Rachma. Beberapa hari setelah kunjungan Rachma itu, Bung Karno dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Kesehatannya semakin memburuk.

Tanggal 21 Juni 1970, sekitar pukul 04.30 WIB, pihak RSPAD menghubungi Rachma. Dia diminta segera ke RSPAD menemui Bung Karno. Sekitar pukul 07.00 WIB, Rachma dan saudara-saudaranya dipersilakan memasuki ruang rawat Bung Karno. Alat bantu pernafasan dan jarum infus telah dilepas. Bung Karno tergolek lemah. Matanya tertutup rapat, nafasnya satu-satu. Tak lama, malaikat maut menjemput sang proklamator itu.

(Dimuat pertama kali di Rakyat Merdeka, 12 Mei 2006 dengan judul “Sebelum Jarum Infus Bung Karno Dilepas”. Foto diambil di kediaman Rachmawati, sehari sebelum dokumen-dokumen tersebut dibuka untuk publik.)


Mengejar Jiwa yang Hilang

Januari 30, 2008

Tapi Syakir tau mata indah milik sang Dewi itu adalah lambang kenestapaan negri nya
yang tidak pernah sepi dari penderitaan.

Wanita cantik itu seperti sebuah tubuh tanpa jiwa.

Walaupun lelaki menyukai tubuh itu.

Tapi dinginnya rona muka, dan hilangnya jiwa, membuat semua lelaki seperti melihat hantu berjalan tanpa arah.

Letupan letupan cinta itu seperti kenangan yang menyakitkan jiwa Syakir.

Kami pun terpaksa menarik syakir dari lamunannya.

Dan membiarkan hantu wanita itu kembali menelusuri dunia rahasia kewanitaan yang tidak
pernah bisa dimengerti para Lelaki.

Ditepian Ombak Revolusi

Puisi puisi dan tulisan syakir adalah api api semangat perjuangan kami.

Syakir yang dikenal sebagai lelaki gila tanpa tujuan bagi orang lain.
Bagi kami dia adalah Stalin dari ideologi kami.
Bagi kami ia adalah seperti Chev Guedevara.

Kami tahu, kepala dia merupakan laboratorium Revolusi terbesar abad ini.
Walau tidak terpublish.
Tapi suatu saat pikiran beliau pasti akan meledakkan dan menggemparkan semua anak negri.

Awalnya adalah kehampaan bila bertemu Syakir.
Tidak ada yang menarik dari sang pemuda setengah baya ini.

Tapi ketika mulai berbicara tentang negara dan public policy.
Kami seperti bertemu dengan sebuah Kotak Pandora yang meledak ledak.

Kadang dia berbicara seperti Ayatullah Khomeinei yang sedang memaksakan dogma dogma wilaayah el Faqqih.

Kadang dia berbicara seperti seorang penganut konfucius tanpa agama.

Lingkup pandangannya yang luas.
Membuat mustahil bagi kami untuk tertidur ketika berdiskusi dengannya.

Kadang dia berbicara tentang demokrasi.
Dilain kesempatan dia tergila gila dengan system Tyrani.

Seolah sebuah lautan yang tidak pernah berenti bereksperimen.
Ombak fikirannya selalu berubah ubah.

Tetapi setiap gelombang membawa warna keindahan tersendiri.
Bak keindahan pinggul wanita yang mirip Gitar Spanyol.

Hah ha ha haa begitu kami selalu mengakhiri diskusi kami dengan kegilaan kegilaan.
Keputus asaan membuat kami sama sama gila.

Seolah sudah tidak harapan buat pertiwi yang berlubang.
Bagai perawan yang diterkam sejuta serigala.

Buang Agama itu

Dia memang gila kata nasir sahabatku.
Pernah Nasir melihat syakir menarik narik jenggot seorang aktivis mesjid.

Sambil berkata buang agama!
Buang agama.
Kita tidak perlu lagi beragama.

Seolang seorang Marxis yang benci sekali dengan Islam.
Dia sangat membenci beberapa aktivis masjid yang menjalankan aktifitas keislaman.

Kami maklum, Syakir memang saakit.
Saakit yang teramat parah.

Renungannya yang bertahun.
Kecintaannya yang berlebihan pada bangsanya.
Membuat dia gila.

Tapi disitulah pesona dia.
Dia seorang Gila yang berfikir hebat.

Kalau ditanya kenapa agama mesti dibuang.
Dia akan menjelaskan bahwa semua agama mereka itu hanya sandiwara.
Bagaimana mungkin ajaran Tuhan menjadikan kita kumpulan penipu dan pemain sandiwara.

Ha ha haa, Syakir memang gila.
Heeit tunggu dulu kata Nasir.
Bukankah Tuhan bilang kalau agama dipakai.
Semua Nestapa hilang.

Yaa Syakir benar.
Sandiwara sandiwara itu yang membawa nestapa negri.
Gerombolang Jahat Pemuka agama dan Kaum Kapitalis lah pemain sandiwara itu.
Ayat ayat itu tak lebih puisi puisi palsu yang keluar dari jiwa jiwa yang bernanah.

Garbage in Garbage Out.

Puih Puih Puih.
Syakir meludah didepan masjid itu.
Sambil berteriak “Kalian tidak lebih dari penipu penipu berdasi itu”

Lalu dia berdansa asik dengan sang dewi.
Wanita lamunannya yang tidak pernah ada.

Memperbaiki Jiwa yang Pecah

Seperti wanita lamunannya yang tidak pernah ada.
Sebenarnya Jiwa syakir sudah hilang.
Lama sekali jiwa itu hilang.

Ketika abang Fadhulah meninggal dipelukannya.
Jiwa itu mulai sakit dan menderita.

Ketika dia melihat Hedonisme di Universitas Kecintaanya.
Jiwa nya tak kuat.
Dia pecah.

Jiwa asli Syakir sudah habis tersembunyi masuk ke alam bawah sadar yang jauh jauh sekali.
Tidak pernah keluar dari persembunyian.

Mungkin dia adalah lelaki paling berani.
Atau dia adalah pecundang sejati.

Pernah kami membawanya ke seoarang wanita cantik yang bisa menggoda seorang lelaki impotent sekalipun.

Namun syakir tidak bergeming.

Entah apa yang dia cari.
Tapi Abang Usman seorang psikolog mengatakan bahwa syakir mencari dirinya yang hilang ditelan penderitaan negrinya.

Syakir adalah lambang anak negri yang kehilang arah.
Ketika semua pejuang telah berubah menjadi penghianat.
Syakir membutuhkan kawan perjuangan.
Kalianlah yang dicari Syakir.

Jiwa syakir adalah jiwa syakit karena terlalu banyak dosa.
Jiwa yang tidak pernah mengenal Tuhannya.
Walau sang Tuhan dekat dan cinta pada Syakir.
Namun Syakir sudah buta.
Tidak mampu melihat lagi kasih Tuhan.

Dada yang meledak dan Mata yang menangis.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkan oleh Tuhan sebuah kitab yang bernama Al Qur’an …..”
Bacaan abang usman yang selalu di ulang ulang syakir.

Kalau dia habis membaca bait itu.
Dia mau kembali sembahyang.
Aku lihat syakir menangis.

Baru pernah aku melihat orang sembahyang sunah 100 rokaat.
Syakir memang gila.

Ramadhan kali ini kami mengajak syakir mendengar Imam Reza di mesjid India.
Aku memang suka mengunjungi mesjid mesjid
India
Karena aku memang pengagum Imam Reza.
Bacaanya yang jelas dan jernih.
Kadang membuat kita lupa akan kelelahan jasmani kita.
Dan melayang ke alam malaakut.

Ketika sang Imam membaca surah At Tahrim.
Syakir pun meledak.
Dadanya bergemuruh.
Dia meraung dan meradang.
Kami pun hampir kalap.
Abang Usman menyuruh kami jangan bertindak.
Mungkin obat Tuhan lebih berjalan di Badan Syakir.
Dari semua obat manusia.

Gelombang tangis syakir membuat kami ngeri.
Syakir bertemu Tuhan setiap dia sholat.

Dan kami pun lebih mudah mengajak dia bercerita tentang fikirannya yang Indah.

Fikiran fikiran indah

Dan kalau bukan Tuhan penyebabnya.
Syakir pasti tidak gila, itu kata abang Usman.

Tuhan memberi dia otak berlebih dan daya khayal luar biasa


Nyanyi sunyi

Januari 30, 2008

BARANGKALI

 

Engkau yang lena dalam hatiku

akasa swarga nipis-tipis

yang besar terangkum dunia

kecil terlindung alis

 

Kujunjung di atas hulu

kupuji di pucuk lidah

kupangku di lengan lagu

kudaduhkan di selendang dendang

 

Bangkit gunung

buka mata mutiaramu

sentuh kecapi firdausi

dengan jarimu menirus halus

 

Biar siuman dewi-nyanyi

gambuh asmara lurus lampai

lemah ramping melidah api

halus harum mengasap keramat

 

Mari menari dara asmara

biar terdengar swara swarna

barangkali mati di pantai hati

gelombang kenang membanting diri.

 

HANYUT AKU

 

Hanyut aku, kekasihku!

Hanyut aku!

ulurkan tanganmu, tolong aku.

sunyinya sekelilingku !

tiada suara kasihan, tiada angin mendingin hati,

tiada air menolak ngelak.

Dahagakan kasihmu, hauskan bisikmu, mati aku

sebabkan diammu.

Langit menyerkap, air berlepas tangan, aku tenggelam

 

Tenggelam dalam malam,

air di atas menindih keras

bumi di bawah menolak ke atas

mati aku, kekasihku, mati aku !

 

 

DI DALAM KELAM

 

Kembali lagi marak-semarak

jilat melonjak api penyuci

dalam hatiku tumbuh jahanam

terbuka neraka di lapangan swarga

 

Api melambai melengkung lurus

merunta ria melidah belah

menghangus debu mengitam belam

buah tenaga bunga suwarga

 

Hati firdausi segera sentosa

Murtad merentak melaut topan

Naik kabut mengarang awan

menghalang cuaca nokta utama

 

Berjalan aku di dalam kelam

terus lurus moal berhenti

jantung dilebur dalam jahanam

kerongkong hangus kering peteri.

 

Meminta aku kekasihku sayang;

turunkan hujan embun rahmatmu

biar padam api membelam

semoga pulih pokok percayaku.

 

 

 

 

 

 

 


Buah Rindu

Januari 29, 2008

HANYUT AKU

Hanyut aku, kekasihku!
Hanyut aku!
ulurkan tanganmu, tolong aku.
sunyinya sekelilingku !
tiada suara kasihan, tiada angin mendingin hati,
tiada air menolak ngelak.
Dahagakan kasihmu, hauskan bisikmu, mati aku
sebabkan diammu.
Langit menyerkap, air berlepas tangan, aku tenggelam

Tenggelam dalam malam,
air di atas menindih keras
bumi di bawah menolak ke atas
mati aku, kekasihku, mati aku !

SENYUM HATIKU , SENYUM

Senyum hatiku, senyum
gelak hatiku, gelak
dukamu tuan, aduhai kulum
walaupun hatimu, rasakan retak.

Benar mawar kembang
melur mengirai kelopak
anak dara duduk berdendang
tetapi engkau, aduhai fakir, dikenang orang
sekalipun tidak.

Kuketahui, terkukursulang menyulang
murai berkicau melagukan cinta
tetapi engkau aduhai dagang
umpamakan pungguk merayukan purnama.

Sungguh matahari dirangkum segara
purnama raya di lingkung bintang
tetapi engkau, aduhai kelana
siapa mengusap hatimu bimbang?

Diam hatiku , diam
cubakan ria, hatiku ria
sedih tuan, cubalah pendam
umpama disekam, api menyala.

BUAH RINDU

          1

Dikau sambur limbur pada senja

dikau alkamar purnama raya

asalkan kanda bergurau senda

dengan adinda tajuk mahkota.

Dituan rama-rama melayang

didinda dendang sayang

asalkan kandaa selang-menyelang

melihat adinda kekasih abang.

Ibu, seruku ini laksana pemburu

memikat perkutut di pohon ru

sepantun swara laguan rindu

menangisi kelana berhati mutu.

Kelana jauh duduk merantau

di balik gunung dewala hijau

di Seberang laut cermin silau

Tanah Jawa mahkota pulau…

Buah kenanganku entah ke mana

lalu mengembara ke sini sana

haram berkata sepatah jua

ia lalu meninggalkan beta.

ibu, lihatlah anakmu muda belia

setiap waktu sepanjang masa

duduk termenung berhati duka

laksana Asmara kehilangan seroja.

Bonda waktu tuan melahirkan beta

pada subuh kembang cempaka

adakah ibu menaruh sangka

bahawa begini peminta anakda?

Wah kalau begini naga-naganya

kayu basah dimakan api

aduh kalau begini laku rupanya

tentulah badan lekaslah fani.

*******

BUAH RINDU
    
     2
Datanglah engkau wahai maut
lepaskan aku dari nestapa
engkeu lagi tempatku berpaut
di waktu ini gelap gulita.
Kicau murai tiada merdu
pada beta bujang Melayu
himbau pungguk tiada merindu
dalam telinganku seperti dahulu.
Tuan aduhai mega berarak
yang meliputi dewangga raya
berhentilah tuan di atas teratak
anak langkat musafir lata.
Sesaat sekejap mata beta berpesan
padamu tuan aduhai awan
arah menatah tuan berjalan
di negeri manatah tuan bertahan?
Sampaikan rinduku pada adinda
bisikkan rayuanku pada juita
liputi lututnya muda kencana
serupa beta memeluk dia.
Ibu, konon jauh tanah Selindung
tempat gadis duduk berjuntai
bonda hajat hati memeluk gunung
apatah daya tangan tak sampai.
Elang, Rajawali burung angkasa
turunlah tuan barang sementara
beta bertanya sepatah kata
adakah tuan melihat adinda?
mega telahku sapa
mergastua telahku tanya
maut telahku puja
tetapi adinda manatah dia!
 
************
 

BUAH RINDU

 

    111

 

Puspa cempaka konon kirimkan

pada arus lari ke laut

akan duta kanda jadikan

pada adinda kasih terpaut.

 

Teja bunga seroja dalam taman

kemala hijau di atas mahkota

orang berikan pada kekanda

tiada kuambil kerana tuan.

 

Adakah gemerlapan bagi kemala

adakah harum lagi seroja

pada beta tumpuan duka

sebab tuan lalu mengembara.

 

Tuan lalu tiada berkata

haram sepatah sepantun duli

kanda tinggal sepenuh wangsangka

pilu belas di dalam hati.

 

Hatiku rindu bukan kepalang

dendam beralik berulang-ulang

air mata bercucur selang-menyelang

mengenangkan adik kekasih abang.

 

Diriku lemah anggotaku layu

rasakan cinta bertalu-talu

kalau begini datangnya selalu

tentunya kekanda berpulang dahulu.

 

Tinggalah tuan, tinggalah nyawa

tinggal juita tajuk mahkota

kanda lalu menghadap “dewata”

bertelut di bawah cerpu Maulana.

 

Kanda pohonkan tuan selamat

ke bawah kaus dewata rahmat

moga-moga tuan hendaklah mendapat

kesukaan hidup ganda berlipat

 

**********************

 

BUAH RINDU

 

    4

 

Kalau kekanda duduk menyembah

duli dewata mulia raya

kanda pohonkan untung yang indah

kepada tuan wahai adinda.

 

Kanda puja dewa asmara

merestui remaja adik kekanda

hendaklah ia sepanjang masa

mengasihi tuan intan kemala

 

Anak busurnya kanda gantungi

dengan seroja suntingan hauri

badannya dewa kanda lengkapi

dengan busur sedia di jari.

 

Setelah itu kandapun puja

dewata mulia di puncak angkasa

memohonkan rahman beribu ganda

ia tumpahkan kepada adinda.

 

Tinggallah tuan tinggallah nyawa

sepanjang hari segenap masa

pikiran kanda hanyalah kemala

dilindungi Tuhan Maha Kuasa.

 

Baik-baik adindaku tinggal

aduhai kekasih emas tempawan

kasih kanda demi Allah kekal

kepada tuan emas rayuan…..

 

Kalau mega berarak lalu

bayu berhembus sepoi basah

ingatlah tuan kanda merayu

mengenangkan nasib salah tarah.

 

Kalau hujang turun rintik

laksana air mata jatuh mengalir

itulah kanda teringatkan adik

duduk termenung berhati khuatir.